kontera

chitika

Wednesday, July 23, 2014

Mengenai Baptisan

doa baca: “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” (Markus 16:16).

Akhir-akhir ini, saya melihat ada banyak orang yang baru percaya Kristus merasa ragu untuk dibaptis dikarenakan mereka kurang memahami arti baptisan yang sesungguhnya. Beberapa dari mereka bahkan bertanya, "Apakah aku harus dibaptis agar selamat? Bukankah percaya saja sudah cukup?"
Ya, anda harus dibaptis. Memang cukup dengan percaya ke dalam Kristus kita tidak akan dihukum. Tapi dengan percaya dan dibaptis kita akan diselamatkan. (Markus 16:16)
Percaya dan dibaptis dapat diumpamakan seperti berjalan memasuki suatu pintu, percaya akan Kristus seperti melangkahkan satu kaki memasuki pintu itu dan dengan dibaptis berarti anda telah melangkahkan kaki yang satunya lagi untuk masuk juga.

Mari kita lihat sekali lagi Markus 16:16 "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum."

Pertama, kita harus paham apa artinya diselamatkan, banyak yang beranggapan bahwa diselamatkan yang dikatakan alkitab berarti diselamatkan dari neraka. Bukan hanya keselamatan itu yang dimaksudkan, tapi diselamatkan juga berarti:

Keluar dari dunia ini

Sebuah ilustrasi yang sering dipakai untuk menggambarkan bagaimana kita diselamatkan melalui baptisan adalah seperti bangsa israel diselamatkan dengan keluar dari mesir dan menyeberangi laut merah. (Keluaran 13-14)
Israel diperbudak oleh bangsa mesir selama sekitar 400 tahun. Allah ingin membawa mereka keluar agar mereka menjadi umat Allah yang kudus. Karena selama mereka berada di Mesir mereka tidak bisa melayani Allah.
Lalu Allah mengutus Musa kepada Firaun agar membiarkan umat-Nya pergi (Keluaran 6:11). Meskipun Firaun menolak pada akhirnya ia terpaksa membiarkan mereka pergi. Lalu bagaimana mereka keluar dari Mesir? Pada malam paskah mereka menerapkan darah anak domba di palang pintu rumah dan memakan daging anak domba (Menandakan menerima Yesus Kristus sebagai anak domba Allah, penebus, dan juru selamat). Tapi masih ada lagi, Allah juga menyuruh mereka untuk keluar dari Mesir untuk diselamatkan dari Firaun (menandakan setan, penguasa dunia-Yoh. 12:31) untuk keluar dari dunia untuk memenuhi tujuan Allah.

Kemudian Allah memimpin bangsa Israel ke tepi Laut Merah (melambangkan baptisan). Allah membelah Laut Merah agar bangsa Israel bisa menyeberang laut itu. Hal ini melambangkan bahwa kita harus melewati baptisan agar dibebaskan keluar dari dunia ini.
Saat bangsa Israel sudah selesai menyeberang, Allah mengembalikan lautan itu seperti semula. Dan laut merah itu, di satu sisi mengubur pasukan tentara Firaun dan di lain sisi memisahkan bangsa Israel dengan Mesir yang melambangkan dunia. Mereka dibebaskan dari Mesir untuk menyembah dan melayani Allah.
Hal ini melambangkan bagaimana baptisan memisahkan kita dari dunia ini. Apakah kita sadar berapa banyak waktu, tenaga, pikiran yang kita curahkan untuk dunia yang menghalangi kita untuk datang dan mengikuti Dia?

Kita percaya ke dalam Kristus sama seperti bangsa Israel yang menerapkan darah anak domba di ambang pintu rumah dan makan daging anak domba. Memang dengan percaya kita sudah diselamatkan dari hukuman Allah (api neraka), tapi tanpa dibaptis kita tetap berada di Mesir dan diperbudak oleh Firaun (menandakan setan, penguasa dunia-Yoh. 12:31).
Oleh karena itu, Kita harus menyeberangi Laut Merah, Kita harus dan perlu dibaptis.

Lalu bagaimana kita harus dibaptis?

Mari kita lihat kriteria pembaptisan dalam alkitab, Kis. 10:48, Yohanes 3:23, Kis. 8:36, Matius 3:16, 8:39, Kolose 2:12, Roma 6:4-5
Fakta-fakta di Alkitab menunjukan bahwa baptisan adalah suatu penguburan tubuh dengan sempurna ke dalam air. Kata baptisan berasal dari bahsa Yunani yaitu "Baptisma" yang dapat diterjemahkan sebagai "pembenaman", "penyelaman".

Bagaimana dengan pembaptisan bayi?

Beberapa orang mengatakan bahwa hal itu tidak perlu, tapi sebagian mengklaim bahwa hal itu bukan masalah. Lalu apa yang dikatakan Alkitab? Apakah baptisan bayi ditemukan di dalam Alkitab? Di dalam perjanjian baru sama sekali tidak ada ayat yang membicarakannya, maka kita harus tahu bahwa baptisan bayi bukan berasal dari Allah melainkan dari manusia.

Beberapa fakta tentang baptisan

  • Baptisan bukanlah sebuah ritual atau upacara bagi seseorang untuk masuk agama kristen.
  • Baptisan juga bukanlah tradisi orang Yahudi turun temurun.
  • Baptisan bukan ritual masuk menjadi anggota denominasi tertentu.
  • Baptisan merupakan kesaksian sekaligus penegasan bahwa kita bukan lagi milik dunia, tetapi milik Kristus.

Tuesday, July 22, 2014

Kuasa Kebangkitan dan Kerja sama kita

Pembacan alkitab Yohanes 11:41-57
Doa baca: Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" Orang yang telah mati itu datang ke luar; kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "bukalh kain-kain itu dan biarkan ia pergi." (Yohanes 11:43-44)
ilustrasi kebangkitan Lazarus
Kita harus nampak satu hal, yaitu Tuhan sanggup membangkitkan Lazarus dari kematian. Tetapi Ia tidak akan dapat berbuat sesuatu apapun kalau Ia terus-menerus dihalangi oleh opini-opini manusia. Ia akan terhalang oleh opini-opini itu sampai saat dimana opini itu ditaklukkan. Tuhan mempunyai hayat kebangkitan, kekuatan kebngkitan, tetapi semuanya itu memerlukan kerja sama kita, memerlukan ketaatan kita.

Apakah ketaatan itu?
Dengan sederhana, ketaatan adalah penyerahan akan opini kita. anda harus menyerahkan opini anda dan membiarkan tuhan berbicara. Ketika Ia menyuruh kita, "Angkatlah batu itu", kita harus mengangkatnya, Kita harus taat, bekerja sama dan berkoordinasi dengan-Nya. Kita perlu taat akan perkataan-Nya, bekerja sama dan berkoordinasi dengan kekuatan kebangkitan.

Mengapa Tuhan yang sanggup membangkitkan orang yang mati tidak mengangkat sendiri batu itu?
Ini dikarenakan kekuatan kebangkitan-Nya membutuhkan kerja sama kita. Segera setelah mereka mengangkat batu itu, Tuhan berseru dengan suara keras, "Lazarus, marilah keluar!" (Yoh 11:41-43) dan Lazarus bangkit dari kematian. Begitu ia mendengar suara Tuhan yang hidup, ia dihidupkan dan bangkit dari kematian. Setelah Lazarus keluar dari kubur, masih perlu kerja sama dari manusia. Tangan dan kaki Lazarus masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Ketika mereka melakukan itu, maka sempurnalah pekerjaan kebangkitan.

Monday, July 21, 2014

Kuasa Kebangkitan dan Opini manusia

Pembacaan Alkitab: Yoh. 11:1-40
Doa baca : Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati." (Yoh. 11:25)



Tuhan adalah kebangkitan, karena itu hidup atau mati bukanlah masalah bagi-Nya. Sangat mudah baginya untuk melampaui kematian. kematian memang merupakan masalah besar bagi manusia, tetapi bukan masalah bagi Kristus. Dia sebagai kebangkitan dapat menanggulangi dan melampaui kematian. Walaupun demikian, ketika kita menerapkan Dia sebagai kebangkitan, kita seringkali menghadapi masalah dari opini manusia. Bahkan, seringkali opini kita membuat kita tidak nampak kebangkitan Kristus.


Jika anda membaca pasal ini dengan teliti, anda pasti nampak bahwa kematian Lazarus juga ada di bawah pengaturan Allah. Dengan kedaulatan-Nya, Allah menyediakan keadaan lingkungan yang menyebabkan pengikut-Nya meninggal sedemikian rupa sehingga kuasa kebangkitan Allah dinyatakan. Tanpa kematian, tidak ada jalan untuk menyatakan kebangkitan.

Kita harus memuji Tuhan atas kematian Lazarus. Seandainya Marta dan Maria paham bahwa kebangkitan tidak dapat terekspresikan tanpa kematian, mereka pasti akan memuji Tuhan ketika saudara mereka meninggal. mereka akan nampak bahwa kematian ini akan mengekspresikan Tuhan. Jika mereka sudah nampak masalahnya, maka tidak ada algi opini manusia.

Semua opinin berasal dari pikiran manusia, maka opini berlawanan dengan hayat. Hayat sesungguhnya adalah Kristus sendiri menjadi kenikmatan kita. bila kita mempertahankan opini kita, kita tidak akan dapat menikmati Kristus menjadi hayat kebangkitan kita. Bila opini kita disingkirkan, kita pasti bisa masuk ke dalam kenikmatan yang penuh terhadap diri Tuhan sendiri.