kontera

chitika

Monday, August 4, 2014

Gereja-Rumah Pesta

Pembacaan alkitab Yohanes pasal 11-12

"Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus." (Yohanes 12:1-2)


Dalam pasal 11 Tuhan membangkitkan Lazarus dari kematian. Kebangkitan itu memimpin kepada hidup gereja. Asalnya kita semua ini adalah orang mati. Kemudian Tuhan datang membangkitkan kita. Setelah kita dibangkitkan, kita menjadilah gereja. Sebab itulah dalam pasal 11 kita nampak Lazarus dibangkitkan dan dalam pasal 12 kita nampak bahwa orang yang telah diabngkitkan menjadi tempat di mana Tuhan dapat beristirahat dan menemui kepuasan. Inilah gereja.

Sekarang kita harus memandang gereja sebagai rumah pesta. Rumah pesta ini di luar agama. Ia tidak terletak di Yerusalem kota kudus ataupun di dalam bait kudus. Melainkan di sebuah rumah kecil di Betania, di luar Yerusalem. Arti Betania adalah rumah miskin dan rumah sengsara. Dipandang dari luar, gereja boleh jadi miskin dan sengsara. Gereja di atas bumi mungkin tidak kaya secara material; tapi di hadirat Tuhan, dia harus kaya atas kenikmatan akan Tuhan.

Pada lahiriahnya, rumah kecil ini memang tiada satu pun yang menarik, akan tetapi di dalamnya penuh perjamuan, perhentian dan kepuasan. Bukan saja Tuhan Yesus sendirian yang berpesta dan beristirahat, juga setiap orang yang berada di sana. Hidup gereja seharusnya demikian. Secara luaran, segala sesuatunya itu mungkin kurang; namun secara batiniah, setiap butirnya mustika, manis dan mesra. Kita mempunyai perasaan yang mesra, bahwa kita bersama-sama dengan Tuhan dan Tuhan bersama-sama dengan kita. Kita berpesta dengan Dia dan Dia berpesta dengan kita. Kita dan Dia sama-sama beroleh perhentian. Setiap orang menikmati perhentian dan setiap orang dipuaskan. Inilah hidup Gereja.

Doa baca: "Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa." (Yohanes 12:26)

Saturday, August 2, 2014

Apa itu gereja? (secara umum)

Akhir-akhir ini banyak orang yang beranggapan bahwa gereja adalah gedung. Ini bukanlah pengertian Alkitab mengenai gereja. Kata gereja berasal dari bahasa Yunani “Ekklesia” yang dapat diartikan sebagai “orang-orang yang dipanggil keluar.” Menurut Alkitab akar kata dari ”gereja” bukan berhubungan dengan gedung, namun dengan orang. Ironis sekali, sering kita mendengar pertanyaan "Anda bergereja di gereja apa?", biasanya mereka akan mengatakan Baptis, Metodis, atau denominasi lainnya. Seringkali mereka menunjuk pada denominasi atau bangunan. Roma 16:5: “Salam juga kepada jemaat (Ekklesia) di rumah mereka...” Paulus menunjuk pada gereja di rumah mereka, bukan pada gedung, namun kumpulan orang-orang percaya.
1 Korintus 12:27


Efesus 1:22-23 mengatakan, “Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” Gereja adalah Tubuh Kristus. Tubuh Kristus terdiri dari semua orang percaya mulai sampai saat Pengangkatan.



Secara singkat, gereja bukanlah suatu bangunan atau denominasi. Menurut Alkitab, gereja adalah Tubuh Kristus – setiap orang yang telah menempatkan iman mereka pada Yesus Kristus untuk keselamatan (Yoh. 3:16; 1 Kor. 12:13).

Dua aspek gereja

  • Aspek universal

"Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku" (Matius 16:18)
Gereja yang disinggung dalam ayat ini adalah aspek universalnya, satu-satunya, dan meliputi semua orang yang sudah percaya kepada-Nya sepanjang zaman dan di mana saja.

  • Aspek Lokal

"Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada gereja" (Matius 18:17)
Gereja yang disebut Tuhan disini, adalah aspek lokalnya, berjumlah banyak, dan setiap orang beriman lokal bisa berbicara dengannya. Sesuai dengan aspek lokalnya, gereja muncul di tiap lokal. Setiap gereja lokal melibatkan orang-orang yang percaya Kristus di masing-masing lokal.

Tambahan Mengenai Gereja

  • Tak Punya Nama Khusus

Gereja itu unik, karena itu tak perlu memakai nama khusus. Gereja adalah gereja, tidak seharusnya dibagi menjadi berbagai macam denominasi. Misalnya Baptis, Metodis, atau denominasi lainnya. Mendenominasikan gereja merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan.

  • Seharusnya Dinamai Menurut Lokalnya

Gereja-gereja pada hakikinya tidak ada perbedaan; perbedaannya hanyalah letak lokalitas mereka saja. Sehingga kita boleh memberi sebutan gereja dengan nama lokalitas yang bersangkutan. Seperti gereja di Yerusalem (Kis. 8:1), gereja di Antiokhia (Kis. 13:1), ketujuh gereja di Asia kecil (Wahyu 1:4, 11).

Wednesday, July 23, 2014

Mengenai Baptisan

doa baca: “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” (Markus 16:16).

Akhir-akhir ini, saya melihat ada banyak orang yang baru percaya Kristus merasa ragu untuk dibaptis dikarenakan mereka kurang memahami arti baptisan yang sesungguhnya. Beberapa dari mereka bahkan bertanya, "Apakah aku harus dibaptis agar selamat? Bukankah percaya saja sudah cukup?"
Ya, anda harus dibaptis. Memang cukup dengan percaya ke dalam Kristus kita tidak akan dihukum. Tapi dengan percaya dan dibaptis kita akan diselamatkan. (Markus 16:16)
Percaya dan dibaptis dapat diumpamakan seperti berjalan memasuki suatu pintu, percaya akan Kristus seperti melangkahkan satu kaki memasuki pintu itu dan dengan dibaptis berarti anda telah melangkahkan kaki yang satunya lagi untuk masuk juga.

Mari kita lihat sekali lagi Markus 16:16 "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum."

Pertama, kita harus paham apa artinya diselamatkan, banyak yang beranggapan bahwa diselamatkan yang dikatakan alkitab berarti diselamatkan dari neraka. Bukan hanya keselamatan itu yang dimaksudkan, tapi diselamatkan juga berarti:

Keluar dari dunia ini

Sebuah ilustrasi yang sering dipakai untuk menggambarkan bagaimana kita diselamatkan melalui baptisan adalah seperti bangsa israel diselamatkan dengan keluar dari mesir dan menyeberangi laut merah. (Keluaran 13-14)
Israel diperbudak oleh bangsa mesir selama sekitar 400 tahun. Allah ingin membawa mereka keluar agar mereka menjadi umat Allah yang kudus. Karena selama mereka berada di Mesir mereka tidak bisa melayani Allah.
Lalu Allah mengutus Musa kepada Firaun agar membiarkan umat-Nya pergi (Keluaran 6:11). Meskipun Firaun menolak pada akhirnya ia terpaksa membiarkan mereka pergi. Lalu bagaimana mereka keluar dari Mesir? Pada malam paskah mereka menerapkan darah anak domba di palang pintu rumah dan memakan daging anak domba (Menandakan menerima Yesus Kristus sebagai anak domba Allah, penebus, dan juru selamat). Tapi masih ada lagi, Allah juga menyuruh mereka untuk keluar dari Mesir untuk diselamatkan dari Firaun (menandakan setan, penguasa dunia-Yoh. 12:31) untuk keluar dari dunia untuk memenuhi tujuan Allah.

Kemudian Allah memimpin bangsa Israel ke tepi Laut Merah (melambangkan baptisan). Allah membelah Laut Merah agar bangsa Israel bisa menyeberang laut itu. Hal ini melambangkan bahwa kita harus melewati baptisan agar dibebaskan keluar dari dunia ini.
Saat bangsa Israel sudah selesai menyeberang, Allah mengembalikan lautan itu seperti semula. Dan laut merah itu, di satu sisi mengubur pasukan tentara Firaun dan di lain sisi memisahkan bangsa Israel dengan Mesir yang melambangkan dunia. Mereka dibebaskan dari Mesir untuk menyembah dan melayani Allah.
Hal ini melambangkan bagaimana baptisan memisahkan kita dari dunia ini. Apakah kita sadar berapa banyak waktu, tenaga, pikiran yang kita curahkan untuk dunia yang menghalangi kita untuk datang dan mengikuti Dia?

Kita percaya ke dalam Kristus sama seperti bangsa Israel yang menerapkan darah anak domba di ambang pintu rumah dan makan daging anak domba. Memang dengan percaya kita sudah diselamatkan dari hukuman Allah (api neraka), tapi tanpa dibaptis kita tetap berada di Mesir dan diperbudak oleh Firaun (menandakan setan, penguasa dunia-Yoh. 12:31).
Oleh karena itu, Kita harus menyeberangi Laut Merah, Kita harus dan perlu dibaptis.

Lalu bagaimana kita harus dibaptis?

Mari kita lihat kriteria pembaptisan dalam alkitab, Kis. 10:48, Yohanes 3:23, Kis. 8:36, Matius 3:16, 8:39, Kolose 2:12, Roma 6:4-5
Fakta-fakta di Alkitab menunjukan bahwa baptisan adalah suatu penguburan tubuh dengan sempurna ke dalam air. Kata baptisan berasal dari bahsa Yunani yaitu "Baptisma" yang dapat diterjemahkan sebagai "pembenaman", "penyelaman".

Bagaimana dengan pembaptisan bayi?

Beberapa orang mengatakan bahwa hal itu tidak perlu, tapi sebagian mengklaim bahwa hal itu bukan masalah. Lalu apa yang dikatakan Alkitab? Apakah baptisan bayi ditemukan di dalam Alkitab? Di dalam perjanjian baru sama sekali tidak ada ayat yang membicarakannya, maka kita harus tahu bahwa baptisan bayi bukan berasal dari Allah melainkan dari manusia.

Beberapa fakta tentang baptisan

  • Baptisan bukanlah sebuah ritual atau upacara bagi seseorang untuk masuk agama kristen.
  • Baptisan juga bukanlah tradisi orang Yahudi turun temurun.
  • Baptisan bukan ritual masuk menjadi anggota denominasi tertentu.
  • Baptisan merupakan kesaksian sekaligus penegasan bahwa kita bukan lagi milik dunia, tetapi milik Kristus.